ADS
Nahdlatul Ulama (NU) cabang Malaysia membuka fakta miris soal nasib sejutaan tenaga kerja Indonesia di negeri jiran. Lembaga ini menyebut, setidaknya sejutaan TKI yang mengadu nasib di Malaysia kekurangan makanan selama lockdown akibat pandemi corona berlangsung di Malaysia.
Melansir SCMP, nasib ini salah satunya terjadi pada Agung, pekerja asal Indonesia berusia 30 tahun yang bertahan hidup selama ini dengan hanya makan telur dan mi instan di tempat penampungan buruh konstruksi.
Agung, biasanya bisa dapat 2000 ringgit sebulan atau sekitar Rp 7 juta sebulan dari hasil kerja kasar sebagai buruh bangunan. Namun, sejak Malaysia lockdown ia kehilangan penghasilannya.
Ia kini mengandalkan makanan dari bantuan NGO, yang diperkirakan hanya akan bertahan 4 sampai 5 hari lagi.
"Saya tidak tahu bagaimana habis itu," ujar Agung, sebagaimana dikutip dari SCMP, Jumat (24/4/2020).
Ditambah, Agung sebagai tulang punggung kini kepikiran dengan nasib istrinya, anaknya yang berumur satu tahun, dan orang tuanya yang berusia lanjut di desa di Medan.
"Saya sudah tidak bisa kirim uang ke mereka dua bulan ini, saat ini makanan sih masih ada tapi nggak tahu sampai berapa lama," katanya.
Agung merupakan satu dari 2,5 juta pekerja migran di Malaysia, dan kebanyakan Muslim. Tekanan hidup mereka kini sangat berat dan berganda seiring datangnya bulan Ramadan pekan ini. Sudahlah terkena masalah keuangan, mereka pun tak bisa kemana-mana dan pulang kampung sampai hari raya tiba.
Larangan mudik ini bahkan sudah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, dan berlaku juga kepada buruh migran yang berada di luar negeri.
ADS

0 comments:
Post a Comment